IHSG Turun Tipis 1,85 Poin; Investor Asing Lepas Saham IBST & BBRI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut melemah pada hari ini, Jumat (13/5), sehingga mencatat penurunan dalam lima hari berturut-turut. Aksi jual oleh investor asing juga masih terus berlanjut. Asing mencatat net sell Rp 2,29 triliun di seluruh pasar.

IHSG ditutup turun tipis 0,03% atau 1,85 poin ke level 6.597,99 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Padahal, sembilan indeks sektoral bergerak menguat. Hanya dua sektor yang melemah, yakni sektor teknologi (-3,81%) dan sektor keuangan (-0,92%).

Sektor yang naik paling tinggi adalah sektor transportasi dan energi yang menguat masing-masing 2,10%. Disusul, barang konsumsi primer (2,07%).

Total volume transaksi bursa hari ini mencapai 22,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,69 triliun. Sebanyak 302 saham menguat, 234 saham melemah dan 149 saham stagnan.

Asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Rp 719,8 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 586,8 miliar.

Sedangkan, saham dengan net buy terbesar asing adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 77,5 miliar dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 58,9 miliar.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia-Pasifik justru menghijau. Investor di kawasan tampaknya masih terus mempelajari dampak inflasi AS periode April yang masih tinggi.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan bursa Asia-Pasifik pada hari ini, yakni naik 2,68% ke level 19.898,77. Disusul, Nikkei Jepang yang naik 2,64% ke level 26.427,65.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.