Dolar AS Melaju Didongkrak Ketidakpastian Pertumbuhan Global

Dolar AS terus melaju mencetak rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir seiring dengan kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dapat berisiko menghambat pemulihan pertumbuhan ekonomi global. Kekhawatiran ini yang terus mendongkrak permintaan terhadap safe-haven Dolar AS.

Hingga pukul 22:38 WIB, Kamis (12/5), Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.52% di kisaran level 104.54.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Seperti diketahui, data indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) periode April yang dirilis kemarin menunjukkan angka 0.3% secara bulanan, melebihi ekspektasi 0.2% tapi lebih kecil dibandingkan data bulan sebelumnya (1.2%). Inflasi inti (Core CPI) AS secara bulanan naik ke 0.6%, melebihi ekspektasi 0.4% dan di atas angka yang dirilis bulan sebelumnya (0.3%).

Pada basis tahunan, CPI AS naik 8,3%, lebih tinggi dari perkiraan 8,1% tetapi di bawah 8,5% yang diriis bulan sebelumnya. Sedangkan Core CPI melambat dari 6.5% ke 6.2%, tapi juga melebihi ekspektasi 6.0%.

Dari data tersebut di atas, meski ada sedikit pertanda bahwa lonjakan inflasi telah mereda, sebagian pelaku pasar menilai bahwa inflasi AS masih tetap tinggi dan tidak akan mengubah rencana pengetatan yang agresif dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Sementara itu, data ekonomi terbaru dari AS menunjukkan bahwa inflasi di tingkat produsen atau Producer Price Index (PPM) naik 0.5% secara bulanan untuk periode April. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi. Sedangkan, Core PPI secara bulanan mencatat angka 0.4%, di bawah ekspektasi 0.6%.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan hari ini bahwa klaim tunjangan pengangguran (Unemployment Claims) untuk periode pekan yang berakhir pada 7 Mei, menunjukkan jumlah klaim sebanyak 203K, melebihi perkiraan 190K dan sedikit lebih besar dari data yang dirilis pekan sebelumnya (202K).

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.