Dolar Melemah Usai Rilis Data Inflasi AS

Sempat naik tajam, tapi kemudian Dolar AS berbalik melemah versus beberapa mata uang utama lainnya setelah rilis data inflasi AS (Consumer Price Index/CPI).

Data tersebut menunjukkan bahwa Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) tampaknya tidak mungkin melakukan penyesuaian terhadap jalur pengetatan yang agresif. Akan tetapi, sebagian pelaku pasar juga menilai bahwa inflasi AS sepertinya telah mencapai puncaknya atau cenderung mereda.

Hingga pukul 22:35 WIB, Rabu (11/5), Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.26% di kisaran level 103.65.

Adapun pada perdagangan Selasa (10/5), Indeks Dolar ditutup menguat 0.16% ke level 103.92, yang merupakan penguatan 4 hari beruntun.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Bureau of Labor Statistics AS melaporkan bahwa CPI di bulan April menunjukkan angka 0.3% secara bulanan. Meskipun melebihi ekspektasi 0.2%, ini merupakan kenaikan yang terkecil sejak Agustus lalu dan lebih kecil dibandingkan data bulan sebelumnya (1.2%).

Inflasi inti (Core CPI) AS secara bulanan naik ke 0.6%, melebihi ekspektasi 0.4% dan di atas data yang dirilis bulan sebelumnya (0.3%).

Pada basis tahunan, CPI naik 8,3%, lebih tinggi dari perkiraan 8,1% tetapi di bawah 8,5% yang diriis bulan sebelumnya. Sedangkan Core CPI melambat dari 6.5% ke 6.2%, tapi juga melebihi ekspektasi 6.0%.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.