Dolar Menguat dengan Range Terbatas; Pasar Menunggu Data Inflasi AS

Dolar bertahan menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Selasa (10/5). Akan tetapi dengan range yang masih terbatas. Pelaku pasar tampaknya cenderung wait and see menjelang data inflasi AS yang akan dirilis besok atau Rabu (11/5). Data tersebut diperkirakan berdampak tinggi mempengaruhi sentimen.

Hingga pukul 21:53 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.09% di kisaran level 103.85.

Adapun pada perdagangan Senin (9/5), Indeks Dolar ditutup menguat tipis 0.09% ke level 103.75.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Data inflasi harga konsumen (Consumer Price Index) AS yang akan dirilis besok menjadi penting bagi investor. Data tersebut bakal jadi indikasi sejauh mana langkah agresif pengetatan moneter Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Seperti diketahui, reli Dolar AS yang dimulai setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 bps beberapa pekan lalu, telah memukul mata uang utama lainnya secara luas. Bahkan terhadap mata uang yang dianggap cukup kebal terhadap USD, antara lain Dolar Australia dan Yuan China.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada Reuters, Senin (9/5), bahwa kenaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin adalah kemungkinan dengan probabilitas yang rendah. Bostic tampaknya cukup optimis bahwa kenaikan inflasi akan reda dalam beberapa bulan ke depan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.