Minim Data Ekonomi, Dolar AS Lanjut Menguat

Dolar AS melanjutkan reli terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Senin (9/5), meskipun di tengah volume perdagangan yang relatif terbatas karena minimnya data-data ekonomi.

Dolar mendaki ke level tertinggi 2 dekade menyusul naiknya imbal hasil (yield) Treasury AS, di tengah ketidakpastian global dan inflasi yang meninggi.

Hingga pukul 22:07 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.21% di kisaran level 103.87.

Kenaikan Dolar AS yang dimulai setelah Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pekan lalu, telah memukul mata uang yang sebelumnya kebal terhadap reli dolar yang luas. Termasuk Dolar Australia, Yuan China, dan bahkan mata uang kripto.

Indeks Dolar naik menyentuh level 104.19. Ini adalah untuk pertama kalinya sejak Juli 2002, memperpanjang kenaikan hampir 9% tahun ini.

Indeks Dolar kemudian terkoreksi ke kisaran 103.87, menyusul adanya berita yang menyebutkan bahwa beberapa bank sentral emerging market telah melakukan intervensi pasar untuk menopang mata uang mereka. Namun, tren Dolar AS masih terlihat utuh sejauh ini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.