Data PMI China Mengecewakan, Bursa Asia Berguguran

Bursa saham Asia berguguran hari ini, Senin (2/5). Penyebabnya adalah data PMI Tiongkok pada Sabtu (30/3) yang mengalami perlambatan.

China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) melaporkan bahwa Purchasing Manager Index’s (PMI) sektor manufaktur terkontraksi ke level 47.4 di bulan April, meleset dari ekspektasi 48.0 setelah bulan sebelumnya mencetak angka 49.5.

PMI sektor non-manufaktur terkontraksi ke level 41.9, di bawah ekspektasi 46.1 setelah bulan sebelumnya mencetak angka 48.4.

Sedangkan, data PMI manufaktur versi Caixin Markit menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China terkontraksi ke level 46.0 di bulan April, lebih buruk dari ekspektasi 47.0. Bulan sebelumnya data ini menunjukkan angka 48.1.

Analis National Australia Bank (NAB), Rodrigo Cartril, mengatakan kepada CNBC: “Virus corona dan kebijakan non-Covid-19 oleh pemerintah Beijing menjadi faktor utama penyebab merosotnya aktivitas manufaktur China pada periode April. Produksi industri terhenti, gangguan supply kembali terjadi. Realistis jika kita akan melihat pelambatan ekonomi China di kuartal II-2022. Dan jika melihat histori sebelumnya, maka perekonomian global juga akan menyusul.”

Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 0,54% dan Topix melemah 0,38%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,5% dan ASX Australia merosot hingga 1,4%.

Sementara itu, indeks saham di China sedang libur Hari Buruh hingga Rabu (4/5/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) libur Hari Raya Idul Fitri. Bursa saham Hong Kong dan Singapura serta Malaysia juga libur pada perdagangan hari ini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.