Aksi Profit Taking Jelang Akhir April, Dolar AS Terkoreksi dari Level Tertinggi 20 Tahun

Dolar AS terkoreksi dari level tertinggi 20 tahun terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Jumat (29/4). Pelaku pasar tampaknya cenderung melakukan aksi profit taking menjelang penutupan perdagangan April 2022, setelah membukukan reli enam hari beruntun.

Namun, prospek bullish terutama dalam kerangka waktu (Time Frame) Daily masih tergambar jelas, meskipun dibayangi indikator RSI yang telah berada di area overbought.

Hingga pukul 22:49 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.49% di kisaran level 103.16.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Indeks Dolar sukses mencetak level tertingginya karena ditopang oleh kekhawatiran atas ketidakpastian ekonomi global dan Federal Reserve yang hawkish.

Dolar mencapai level tertinggi 20 tahun terhadap Yen pada Kamis (28/4), menyusul kebijakan Bank of Japan yang dovish. Dolar juga mencapai level tertinggi lima tahun terhadap Euro, yang merosot tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina. Ini karena nvestor khawatir atas keamanan energi Uni Eropa, termasuk naiknya inflasi dan lemahnya pertumbuhan.

Sementara itu, rapat/pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan digelar pekan depan dan menjadi fokus pasar. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dan mengumumkan rencana untuk mengurangi neraca sebesar $9 triliun demi mengatasi lonjakan inflasi.

Fed Fund Futures memperkirakan suku bunga dana The Fed naik menjadi 2,86% pada akhir tahun 2022, dari 0,33% sekarang.

Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa pasar kemungkinan telah memperkirakan atau mengantisipasi pengetatan The Fed yang agresif. Hal ini dapat mengurangi kenaikan imbal hasil Treasury dan membatasi kenaikan Dolar AS.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.