Dolar AS Cetak Level Tertinggi 5 Tahun; Euro Tertekan Kekhawatiran Pertumbuhan Uni Eropa

Dolar AS sukses mencetak level tertinggi 5 tahun terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Rabu (27/4). Reli USD ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin pada rapat/pertemuan pekan depan.

Sementara, Euro terus mendapat tekanan di tengah kekhawatiran atas prospek pertumbuhan Uni Eropa setelah Rusia memotong pasokan gas ke beberapa bagian di wilayah tersebut.

Hingga pukul 23:03 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.68 persen di kisaran level 102.99.

Indeks Dolar AS (Time Frame Daily)

Berita terbaru menyebutkan bahwa Gazprom Rusia telah menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria pada hari ini, karena kegagalan dua negara itu dalam melakukan pembayaran dengan mata uang Rubel.

Analis HSBC Eropa, Dominic Bunning, mengatakan: “Hal itu memberikan tekanan lebih lanjut pada harga gas di wilayah tersebut, bercampur aduk dengan inflasi dan pertumbuhan yang memburuk di Uni Eropa sejak awal tahun ini.”

Kecemasan pada pertumbuhan China juga turut mendongkrak permintaan terhadap Dolar AS. Investor khawatir ini akan turut berdampak negatif bagi prospek pertumbuhan negara-negara, utamanya di kawasan Asia.

Diberitakan bahwa Beijing telah meningkatkan pengujian massal COVID-19. Sementara, pusat keuangan Shanghai telah di-lockdown secara ketat selama sekitar satu bulan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.