Indeks Dolar Terkoreksi Setelah Reli 4 Hari Beruntun

Indeks Dolar AS terkoreksi pada perdagangan Rabu (20/4), setelah sebelumnya sukses mencetak reli 4 hari beruntun. Sementara itu, Dolar AS turun dari level puncak dua dekade terhadap Yen Jepang, menyusul langkah Bank of Japan (BOJ) yang kembali melakukan intervensi pasar.

Hingga pukul 23:02 WIB, Indeks Dolar AS (DXY) yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.71 persen di kisaran level 100.28. DXY sebelumnya mencapai level tertinggi pada Selasa di 101,03, level yang terakhir terlihat pada Maret 2020 silam.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sementara itu, USD/JPY tercatat merosot 0.90 persen di kisaran level 127.71. Pasangan mata uang ini turun dari level 129,43 yang untuk pertama kalinya tersentuh sejak April 2002.

Adapun pada perdagangan sehari sebelumnya, Dolar AS ditopang melonjaknya tingkat yield (imbal hasil) US Treasury (obligasi AS). Imbal hasil tenor 10-tahun tercatat 2,940% pada Selasa (19/4). Padahal, pada akhir Maret 2022 lalu masih sebesar 2,34%.

Sementara itu, BOJ kembali menawarkan untuk membeli obligasi pemerintah Jepang dalam jumlah tak terbatas pada hari Rabu guna mengendalikan kenaikan imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun.

Pendekatan BOJ yang kontras terhadap Fed membuat beberapa analis mengatakan penurunan cepat yen tidak dapat dibenarkan, bahkan saat hal itu meningkatkan risiko intervensi mata uang. Namun, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengingatkan bahwa kerusakan ekonomi (Jepang) dari melemahnya mata uang Yen saat ini lebih besar daripada manfaatnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.