Bank Sentral China Tahan Suku Bunga, Bursa Saham Asia Tertekan

Beberapa pasar saham utama Asia libur hari ini, Jumat (15/4), untuk merayakan Jumat Agung, antara lain bursa Indonesia, Australia, Singapura, India dan Selandia Baru. Tapi sebagian lainnya masih beroperasi hingga penutupan perdagangan.

Bursa saham Asia tertekan setelah bank sentral China (People Bank of China/PBoC) memutuskan untuk menjaga suku bunga acuannya.

Pelaku pasar semula mengantisipasi pemangkasan suku bunga acuan China sebagai upaya untuk memberikan stimulus bagi perekonomian.

Namun, bank sentral China memilih menahan suku bunga acuannya untuk mengatasi risiko pandemi Covid-19 yang kini kembali merebak, terutama di Shanghai yang memicu pembatasan wilayah (lockdown) yang berdampak buruk terhadap perekonomian.

Indeks Shanghai ditutup melemah 0,45% ke level 3.211,24. Indeks Shenzhen turun 0,56% ke 11.648,57. Indeks Korea Selatan KOSPI juga turun 0,76% ke level 2.696,06.

Sementara itu, dari dalam negeri, akiran dana investor asing masih deras mengalir ke bursa saham Indonesia. Hingga Kamis (14/4), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat beli bersih (net buy) asing menembus angka Rp 41,40 triliun sejak awal tahun 2022.

Ada beberapa faktor yang jadi pendukungnya. Antara lain, inflasi yang stabil seiring pemulihan ekonomi dan pengendalian pandemi covid-19 yang mendorong pelonggaran mobilitas masyarakat.

Selain itu, saat konflik Rusia-Ukraina membuat harga komoditas meroket, bursa saham Indonesia dipandang prospektif karena karakteristik pasar yang ditopang oleh komoditas. Hasil komoditas yang sebagian besar diekspor akan kembali jadi penambah surplus neraca perdagangan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.