IHSG Terpangkas 7 Poin Meski Investor Asing Catat Net Buy 1,12 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melonjak tadi pagi tapi kemudian berbalik melemah jelang penutupan perdagangan. Padahal, investor asing mencatat net buy Rp 1,12 triliun di seluruh pasar.

IHSG terkoreksi 0,10% atau 7 poin ke level 7.203,79 pada akhir perdagangan Senin (11/4) di Bursa Efek Indonesia.

Penurunan tujuh indeks sektoral membebani IHSG. Sektor yang turun paling dalam adalah sektor energi (-1,95%), sektor infrastruktur (-1,55%) dan sektor keuangan (-1,39%).

Total volume transaksi bursa mencapai 46,18 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 21,36 triliun. Sebanyak 412 saham melemah, 154 menguat dan 128 saham stagnan.

Saham terbanyak dengan net buy terbesar asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencapai Rp 186,8 miliar. Disusul, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 184 miliar.

Saham dengan net sell terbesar asing adalah saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) senilai Rp 43 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 34,6 miliar.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup di zona merah. Investor bereaksi terhadap data inflasi China periode Maret sambil memantau perkembangan pandemi Covid-19 di China.

Data inflasi China secara tahunan dilaporkan naik menjadi 1,5%. Sedangkan, secara bulanan malah turun menjadi 0% di bulan Maret.

Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 3,03% ke level 21.208,3. Sedangkan, Shanghai Composite China merosot 2,61% ke 3.167,13.

Hanya indeks ASX 200 Australia yang ditutup di zona hijau pada hari ini, setelah menguat tipis 0,1% ke level 7.485,2.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.