IHSG Terpangkas 44 Poin; Investor Asing Masih Catat Net Buy

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada Rabu (6/4), setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dalam dua hari terakhir. Meski tergelincir, investor asing masih mencatat net buy senilai Rp 708,45 miliar di seluruh pasar.

IHSG turun 0,62% atau terpangkas 44,08 poin ke level 7.104,22 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelemahan delapan indeks sektoral membebani IHSG pada hari ini. Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor transportasi dan logistik (-1,80%), serta sektor keuangan (-1,28%). Disusul, sektor properti dan real estat (-1,26%).

Total volume transaksi bursa mencapai 26,77 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 15,94 triliun. Sebanyak 350 saham melemah, 190 menguat dan 148 saham stagnan.

Saham dengan net buy terbesar asing adalah saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang mencapai Rp 163,5 miliar. Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 131,4 miliar.

Saham dengan net sell terbesar asing adalah saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) senilai Rp 123 miliar. Disusul, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 115,3 miliar.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia-Pasifik memerah karena jatuhnya saham teknologi dan menyusul melemahnya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa kemarin.

Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,87% ke level 22.080,52. Nikkei Jepang ditutup turun 1,58% ke 27.350,3. KOSPI Korea Selatan melemah 0,88% ke 2.735,03. Straits Times Singapura turun 0,64% ke 3.422,95. ASX 200 Australia melemah 0,5% ke level 7.490,1.

Hanya indeks Shanghai Composite China yang ditutup menguat tipis pada hari ini, yakni ditutup naik 0,02% ke level 3.283,43.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.