Dolar AS Bertahan Menguat di Sesi New York Setelah Laporan ISM

Sempat melemah, tapi kemudian Dolar AS bergerak naik dan masih mempertahankan penguatan di sesi New York, Selasa (5/4), usai laporan PMI sektor jasa versi laporan ISM. Sementara, Euro lanjut melemah di tengah pembicaraan terkait sanksi tambahan terhadap Rusia.

Hingga pukul 22:40 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.33 persen di kisaran level 99.32.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor jasa AS berekspansi ke level 58.3 pada bulan Maret. Angka itu sedikit lebih rendah dari ekspektasi 58.6, namun lebih tinggi dari data bulan sebelumnya yang menunjukkan angka 56.5.

Sementara itu, pelaku pasar sedang menunggu notulen rapat kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang dijadwalkan Rabu (waktu setempat) pekan ini.

Ekspektasi meningkat bahwa The Fed akan bergerak lebih agresif pada pertemuannya di bulan Mei, terutama setelah laporan pekerjaan menunjukkan angka ketenagakerjaan nonpertanian sebanyak 431.000 pekerjaan bulan lalu. Sedangkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dua tahun di 3,6%.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan hari ini bahwa Putin dan para pendukungnya akan merasakan konsekuensi dari peristiwa di Bucha. Sementara, penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, menyatakan sanksi baru AS terhadap Moskow akan diumumkan pekan ini.

Terkait hal tersebut di atas, analis ING mengatakan: “Tampaknya Uni Eropa (UE) masih jauh untuk bertindak menghentikan impor minyak Rusia. Agaknya, setiap langkah UE menuju embargo minyak Rusia akan membuat harga minyak mentah melonjak jauh lebih tinggi dan dan mata uang Euro berada di bawah tekanan.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.