Dolar AS Menguat, Pasar Pantau Perkembangan Rusia-Ukraina

Dolar AS masih bertahan menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Kamis (31/3). Tapi penguatannya masih terbatas karena investor terus berhati-hati dalam memantau perkembangan pembicaraan antara Rusia-Ukraina yang tengah berlangsung di Turki.

Analis Unicredit, Roberto Mialich, mengatakan: “Mata uang tunggal masih tak jauh dari kisaran $1.1100, dengan investor yang berhati-hati tentang perkembangan masa depan di Ukraina. Tetapi pasar masih optimis pada kesepakatan damai, atau setidaknya pada gencatan senjata.”

Hingga pukul 22:03 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.15 persen di kisaran level 97.99.

Sementara itu, investor juga fokus untuk mencermati langkah European Central Bank (ECB) setelah data inflasi yang kuat. Kepala ekonom ECB Philip Lane mengatakan hari ini bahwa inflasi Zona Euro semakin cenderung stabil di sekitar 2%. Akan tetapi, ECB harus siap untuk mengubah arah jika keadaan makin memburuk karena dampak perang di Ukraina.

Analis Commerzbank, Antje Praefcke, mengatakan: “Sampai risiko krisis energi dan dampak ekonomi yang cukup besar akibat perang Ukraina telah hilang, ECB kemungkinan akan ragu untuk membuat komitmen yang jelas (tentang bagaimana mengambil tindakan terhadap inflasi). Dan sebagai hasilnya, itu juga akan membutuhkan waktu sebelum Euro dapat terapresiasi secara berkelanjutan.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.