Perundingan Damai Rusia-Ukraina Kembali Tekan Dolar AS

Dolar AS berlanjut melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Rabu (30/3). Tanda-tanda kemajuan dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina meningkatkan risk-appettite dan menopang Euro. Sementara yen Jepang pulih di tengah kekhawatiran intervensi Bank of Japan (bank sentral Jepang/BOJ).

Hingga pukul 21:50 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.72 persen di kisaran level 97.69. Di saat yang sama, EUR/USD naik 0.75 persen di kisaran 1.1169.

Adapun pada perdagangan Selasa (29/3), Indeks Dolar AS ditutup melemah 0.72 persen ke level 98.41.

Dolar AS berlanjut melemah setelah Rusia berjanji pada hari Selasa (29/3) untuk mengurangi operasi militer di sekitar Kyiv (ibu kota Ukraina). Sedangkan, Ukraina mengusulkan untuk mengadopsi status netral atau tidak bergabung dengan NATO. Langkah-langkah yang menawarkan perdamaian di antara kedua negara tersebut berlangsung di Instanbul, ibu kota Turki.

Seperti diketahui, mata uang Euro mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir dan bahkan sempat merosot tajam di bawah 1.0900 terhadap Dolar AS, di tengah kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari perang Rusia-Ukraina.

Sementara, keuntungan Euro bisa berlangsung sesaat di tengah skeptisisme atas niat Rusia serta kenaikan tajam imbal hasil Treasury AS karena investor memperkirakan pengetatan moneter yang agresif dari Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Analis ING mengungkapkan: “EUR/USD sekarang terlihat overvalued setelah pasangan ini gagal terkoreksi tajam usai pelebaran signifikan dalam perbedaan tingkat swap jangka pendek. Kami memperkirakan nilai wajar jangka pendek saat ini berada di kisaran 1.07/1.08.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.