Dolar AS Bertahan Menguat; USD/JPY Sentuh Level 125.00

Dolar AS masih mempertahankan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di sesi New York, Senin (28/3). Sementara itu, USD/JPY sempat menanjak menyentuh level 125.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun.

Hingga pukul 21:12 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.147 persen di kisaran level 92.28. Di saat bersamaan, USD/JPY terlihat masih naik 1.38 persen di kisaran 123.76 setelah menyentuh level 125.00. Sedangkan, EUR/USD turun 0.09 persen di kisaran level 1.0971.

USD/JPY melompat karena perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) dengan Bank of Japan (bank sentral Jepang/BoJ).

BoJ pagi tadi (WIB) menawarkan untuk membeli obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun dalam jumlah tak terbatas di level 0,25%. Hal itu dilakukan untuk mencegah imbal hasil obligasi ini naik terus di atas target utamanya setelah imbal hasil benchmark JGB 10 tahun naik ke level tertinggi enam tahun sebesar 0,245%.

Sikap dovish BoJ tersebut kontras dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS sebanyak 25 bps beberapa pekan yang lalu. Selaiin itu, Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan siap untuk menaikkan suku dalam peningkatan 50 bps guna memerangi inflasi jika diperlukan.

Sementara itu di tempat lain, EUR/USD masih berkutat di bawah level 1.1000. Pasangan mata uang ini berada di bawah tekanan akibat imbas dampak ekonomi dari perang di Ukraina.

Analis ING mengatakan: “Kami berpikir risiko penurunan terkait Rusia dan risiko kenaikan harga komoditas akan terus menjamin Dolar AS yang lebih kuat dan Euro yang lebih lemah. Dengan demikian, keseimbangan risiko untuk EUR/USD tetap condong ke sisi bawah. Kami memperkirakan penurunan ke kisaran 1.08-1.09 dalam beberapa pekan mendatang.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.