Biden Akan Umumkan Sanksi Baru Terhadap Rusia, Dolar AS Bertahan Menguat

Dolar AS masih bertahan menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Rabu (23/3), di tengah naiknya harga minyak dan gas alam. Sementara itu, investor sedang menunggu pernyataan Presiden AS, Joe Biden, yang dilaporkan akan mengungkap sanksi baru terhadap Rusia.

Hingga pukul 22:27 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya tercatat menguat 0.26 persen di kisaran level 98.68.

Biden dikabarkan sedang berangkat menuju Brussel untuk melakukan pembicaraan dengan NATO dan para pemimpin Eropa. Ia diperkirakan akan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia.

Berbagai sumber menyebut kedatangan Biden adalah untuk mendorong Eropa mengurangi ketergantungan minyak dan gas Rusia. Akan tetapi, Uni Eropa (UE) tampaknya enggan menyetujui embargo minyak Rusia karena hal itu justru akan membebani pemulihan ekonomi UE.

Ulrich Leuchtmann, analis Commerzbank, mengatakan: “”Embargo minyak Rusia akan meningkatkan kemungkinan Rusia mematikan keran gas ke Eropa sebagai balasannya. Skenario itu dapat membuat Eropa jatuh ke dalam resesi.”

Derek Halpenny, analis MUFG, mencatat bahwa gangguan ekspor minyak mentah Rusia dan Kazakh melalui Konsorsium Pipa Kaspia (Caspian Pipeline Consortium/CPC) menambah kekhawatiran atas pasar energi.

“Dampak utama dari gambaran makro berasal dari harga energi dan mereka bergerak ke arah yang tidak positif” komentarnya. Ia menambahkan bahwa tekanan terhadap mata uang Euro dari kebijakan agresif bank sentral AS terkait inflasi juga berlanjut setelah jeda yang singkat.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.