Minim Katalis, Dolar AS Bertahan Menguat

Minim katalis atau data ekonomi pada perdagangan Jumat (18/3), namun Dolar AS masih mempertahankan penguatan di sesi New York hari ini.

Sementara itu, investor terus mencermati perkembangan terbaru dari pembicaraan Rusia-Ukraina yang hingga kini masih belum mampu menghasilkan kata sepakat secara resmi.

Investor juga mempelajari kembali kebijakan moneter bank sentral, antara lain Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) dan Bank of England (BoE/bank sentral Inggris). Seperti diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis point. Begitu juga BoE.

Hingga pukul 22:41 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.36 persen di kisaran level 98.36.

Meski sejauh ini masih mempertahankan penguatan, Indeks Dolar masih berada tak jauh dari kisaran level terendah 6 pekan.

Analis Westpac mengatakan: “Latar belakang diplomatik yang lebih menguntungkan antara Rusia dan Ukraina tampaknya mulai berkembang. Ada lebih banyak penurunan Indeks Dolar yang akan kita saksikan jika momentum pembicaraan antara Rusia dengan Ukraina bergerak ke arah gencatan senjata.”

Sementara itu, terkait dengan kenaikan suku bunga The Fed, analis TD Securities mengatakan: “Aksioma pasar yang sudah usang, yang mengatakan menjual dolar pada kenaikan suku bunga Fed pertama, beredar dengan momentum tambahan setelah kegagalan dolar untuk reli pasca pandangan Fed yang hawkish minggu ini.”

Analis lainnya, yakni Shinichiro Kadota yang merupakan ahli strategi senior di Barclays, mengatakan: “Dolar AS tampaknya mencapai puncaknya dengan sebagian besar pasar yang sudah memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed. Kunci ke depannya adalah inflasi. Jika terus melaju ke atas, maka pertanyaannya adalah apakah bank sentral AS akan menjadi lebih hawkish.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.