Retail Sales AS di Bawah Ekspektasi; Investor Menunggu Putusan The Fed

Dolar masih terlihat melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah rilis data Retail Sales AS di sesi New York hari ini, Rabu (16/3). Sementara itu, di tengah pembicaraan Rusia-Ukraina untuk menghentikan konflik bersenjata sejak 24 Februrai lalu, pengumuman kebijakan terbaru The Fed (Federal Reserve/bank sentral AS) menjadi fokus utama pasar. Putusan itu akan digelar Kamis dini hari pukul 01:00 WIB.

Hingga pukul 21:59 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.49 persen di kisaran level 95.52.

Biro Sensus AS melaporkan bahwa penjualan ritel (Retail Sales) periode Februari hanya naik 0.2% mom (month-over-month), di bawah ekspektasi 0.4%mom. Data bulan sebelumnya mencatatkan angka 4.9% mom.

Core Retail Sales AS juga merosot, turun dari 4.4% mom (data bulan sebelumnya) ke angka 0.2% mom, jauh di bawah ekspektasi 0.9% mom.

Terkait pengumuman kebijakan terbaru The Fed, pasar secara luas memperkirakan bahwa bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin yang menjadi kenaikan pertama sejak 2018.

Para pengamat ekonomi juga mengharapkan The Fed untuk mengumumkan proyeksi triwulan yang dapat mengindikasikan kenaikan sebanyak lima atau enam kali di tahun ini.

“Prediksi saya adalah keputusan akan terdengar sedikit hawkish dari yang diharapkan pasar dan akan sedikit sulit dicerna. Saya pikir pasar ekuitas mungkin mampu mencernanya sedikit lebih baik,” ujar Kepala Perencana Pasar, Jefferies David Zervos, seperti dikutip dari CNBC International.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.