Dolar Masih Lesu Setelah Data AS, Pasar Menunggu Putusan The Fed

Dolar AS masih terlihat lesu terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Selasa (15/3). Pelemahan Dolar AS seiring dengan terkoreksinya harga minyak dunia serta pembicaraan yang sedang berlangsung untuk menghentikan konflik Rusia-Ukraina.

Pelaku pasar juga terus mencermati wabah Covid-19 di China yang menyebabkan lockdown di beberapa kota. Akan tetapi tampaknya investor tetap fokus menanti putusan kebijakan Federal Reserve yang akan digelar Kamis dini hari (WIB).

Hingga pukul 22:12 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.20 persen di kisaran level 98.89.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan hari ini bahwa PPI (Producer’s Price Index) untuk periode Februari 2022 mencatatkan angka 0.8 persen mom (month-over-month), di bawah ekspektasi 1.0 persen mom.

Core PPI AS untuk periode yang sama mencatatkan angka 0.2 persen mom, jauh di bawah ekspektasi 0.6 persen mom.

Federal Reserve Bank of New York juga melaporkan hasil survei terbarunya pada hari ini, bahwa aktivitas bisnis sektor manufaktur New York State untuk periode hingga Maret 2022 mengalami penurunan ke level -11.8, jauh di bawah ekspektasi 6.5. Ini adalah penurunan yang terendah sejak Mei 2020.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.