Euro Berbalik Melemah Pasca ECB, Dolar Terdongkrak Data Inflasi AS

Euro mundur dari rebound yang kuat kemarin. Euro sempat berupaya melanjutkan penguatan pada hari ini, Kamis (10/3), setelah putusan European Central Bank (ECB) yang akan menghapus stimulus pada kuartal ketiga. Sementara USD menguat setelah rilis data inflasi AS yang kuat.

Hingga pukul 22:42 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD versus sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.36 persen di kisaran level 98.35.

Di saat bersamaan, EUR/USD tercatat turun 0.60 persen di kisaran level 1.1007.

Pernyataan dari ECB yang membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir 2022, awalnya mengirim Euro naik lebih tinggi, tetapi kemudian reli memudar.

Bipan Rai, analis CIBC Capital Markets, mengatakan: “Dari ECB, kita mendapatkan apa yang diperkirakan, yakni pengakuan bahwa situasi Rusia-Ukraina telah menciptakan tingkat ketidakpastian yang signifikan.”

Akan tetapi, berita terbaru baru-baru ini bahwa para pemimpin Uni Eropa sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi bersama untuk membiayai pengeluaran energi dan pertahanan, bagaimanapun mampu mendukung euro. KTT Uni Eropa akan dimulai pada hari ini di Versailles, sebelah barat Paris.

Sementara itu, Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada rapat pertemuan pekan depan.

Terkait hal itu, Rai dari CIBC menambahkan: “Skenario kami masih menjadikan The Fed sebagai bank sentral paling hawkish di antara negara maju lainnya. Itu masih akan mendukung dolar.”

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan hari ini bahwa Consumer Price Index (CPI) berbasis bulanan untuk periode Februari naik dari 0.6 persen ke level 0.8 persen, sesuai ekspektasi.

Sedangkan, Core CPI AS berbasis bulanan pada periode Februari turun dari 0.6 persen ke angka 0.5 persen, juga sesuai dengan ekspektasi.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.