Dolar AS Terkoreksi Tajam, Pasar Menunggu Putusan ECB

Dolar AS akhirnya terkoreksi tajam versus beberapa mata uang utama lainya pada perdagangan Rabu (9/3), setelah sebelumnya sukses membukukan reli selama 4 pekan beruntun.

Di sisi lain, Euro mencetak rebound yang tajam terhadap Dolar AS, menyusul berita yang menyebutkan bahwa negara-negara Uni Eropa (UE) sedang mendiskusikan penerbitan obligasi bersama untuk membiayai pengeluaran energi dan pertahanan.

Hingga pukul 23:03 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.95 persen di kisaran level 98.14.

Di saat bersamaan, EUR/USD terpantau naik 1.38 persen di kisaran level 1.1046.

Sementara itu, pasar sedang menanti hasil rapat kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang akan diumumkan besok atau Kamis (10/3). Namun, sejumlah analis Barat mengatakan bahwa mereka memperkirakan ECB akan menunda kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2022.

Jane Foley, analis Rabobank London, mengatakan: “Mata uang Eropa telah berada di bawah tekanan berat selama beberapa pekan terakhir dan beberapa dari penilaian ini mulai terlihat melebar.”

“Berita bahwa UE sedang mempertimbangkan penerbitan surat utang untuk membiayai energi dan pengeluaran pertahanan, telah mendukung euro untuk saat ini” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, sulit bagi Euro untuk membuat kemajuan di antara banyaknya kekhawatiran di tengah konflik Rusia-Ukraina. Sementara, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan permintaan safe haven masih akan mendukung dolar AS.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.