Dolar AS Lanjut Reli di Tengah Kekhawatiran Meningkatnya Gejolak Inflasi

Dolar AS berlanjut reli di awal pekan hari ini, Senin (7/3). Konflik Rusia-Ukraina mendorong naiknya harga komoditas dan memicu kekhawatiran atas kejutan stagflasi yang akan menghantam Eropa.

Hingga pukul 23:47 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.64 persen di kisaran level 99.13.

Euro sempat terjungkal mendekati level 1.0800 terhadap Dolar AS, menyusul rencana AS untuk meng-embargo minyak mentah Rusia sebagai bagian dari sanksi terhadap negara itu. Minyak berjangka yang melonjak lebih dari 20% pekan lalu, sempat naik mendekati 10% pada hari ini.

Terkait embargo tersebut, Analis ANZ mengatakan: “Ini adalah berita yang sangat buruk bagi pertumbuhan global, khususnya Eropa, mengingat ketergantungan gas dari Rusia. Ini adalah kejutan yang melebihi dampak negatif Covid-19 yang masih tersisa dengan konsekuensi inflasi yang serius, yang sama sekali tidak memberi ruang bagi bank sentral untuk memberi peluang pertumbuhan.”

Sementara itu, European Central Bank (ECB) akan mengumumkan putusan kebijakannya dalam minggu ini. Jajak pendapat Reuters menyebutkan bahwa ECB diperkirakan akan menunggu hingga bulan-bulan terakhir 2022 untuk menaikkan suku bunganya. AS juga akan merilis data inflasi pada pekan ini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.