Data NFP Bikin Dolar AS Perpanjang Reli

Ketidakpastian akibat konflik Rusia-Ukraina masih terus menjadi penggerak pasar mata uang yang menopang safe-haven Dolar. Mata uang Amerika Serikat (AS) bergerak makin tinggi versus sejumlah mata uang utama lainnya setelah rilis data ketenagakerjaan AS.

Hingga pukul 21:28 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat tajam 1.12 persen di kisaran level 98.82.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja (non-pertanian) atau Non-farm Payroll pada periode Februari mencatatkan perekrutan sebanyak 678K tenaga kerja, jauh di atas ekspektasi 407K.

Angka pengangguran (Unemployment Rate) turun dari 4.0 persen menjadi 3.8 persen, di bawah ekspektasi 3.9 persen.

Sementara itu, berita terbaru dari konflik Rusia-Ukraina menyebutkan bahwa pasukan Rusia melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina. Ini adalah PLTN yang terbesar di Eropa.

Selain itu, harga energi telah melonjak selama konflik tersebut akibat sanksi Barat terhadap Rusia yang menimbulkan kekhawatiran atas kekurangan pasokan energi yang parah, terutama di Eropa. Ini karena Rusia (sebelum pecah konflik) adalah pemasok utama minyak dan gas untuk kawasan itu.

Analis ING mengatakan: “Perang ini akan menghancurkan Ukraina. Sementara bagi Rusia, implikasi jangka pendek dan jangka panjang pasti akan merugikan ekonominya. Tetapi negara-negara Uni Eropa juga akan terkena dampaknya.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.