Dolar AS Lanjut Reli, Investor Hindari Aset Berisiko

Dolar AS melanjutkan reli sehari sebelumnya pada perdagangan Rabu (2/3). Sementara, mata uang Euro di bawah tekanan seiring semakin intensifnya konflik di Ukraina yang mendorong pelaku pasar untuk menghindari aset berisiko.

Pada pukul 16.25 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang lainnya, diperdagangkan menguat 0.42% di kisaran level 97,82.

Perkembangan terbaru dari krisis Rusia-Ukraina menyebutkan bahwa pasukan Rusia telah meningkatkan pemboman di kota-kota Ukraina. Rusia juga memberikan peringatan agar penduduk Kiev keluar dari kota saat konvoi kendaraan lapis baja sepanjang satu mil mendekati ibukota tersebut.

Hal ini memicu investor untuk memburu dolar AS, mata uang cadangan dunia yang merupakan tempat berlindung utama serta aset yang paling likuid.

Analis Gain Capital, Matthew Weller, mengatakan: “Berita utama baru-baru ini bahwa Rusia meningkatkan persiapan nuklir dan Barat juga memberlakukan sanksi yang lebih keras, termasuk pembekuan aset dan pemutusan entitas Rusia tertentu dari jaringan komunikasi antar bank SWIFT, menunjukkan bahwa sentimen aksi jual dapat bertahan sepanjang pekan.”

Tapi dari beberapa mata uang utama, justru Euro yang paling terpukul akibat sanksi berat terhadap Rusia dan lonjakan harga minyak yang menimbulkan kekhawatiran atas prospek ekonomi dan pertumbuhan Eropa.

Analis senior OANDA Asia Pasifik, Jeffrey Halley, mengatakan: “Tidak banyak alasan untuk mengambil posisi buy Euro dari perspektif teknikal untuk sementara ini. Potensi jual masih terus membayangi mata uang tersebut. Namun, perundingan baru Ukraina-Rusia atau kemajuan China untuk menjadi penengah gencatan senjata, akan cukup untuk memicu reli (EUR/USD) sejauh 200 poin.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.