Dolar AS Lanjut Menguat; Pasar Masih Fokus Konflik Ukraina

Dolar AS berlanjut menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York hari ini, Selasa (1/3). Rubel Rusia cukup stabil setelah jatuh ke rekor terendahv versus USD. Sementara, Yen Jepang stabil setelah mencatat reli terbesar dalam hampir tujuh minggu terhadap Dolar AS. Namun, fokus investor masih tetap tertuju pada invasi Rusia ke Ukraina.

Hingga pukul 22:32 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.45 persen di kisaran level 97.18.

Pasar mata uang relatif agak tenang setelah pejabat Rusia dan Ukraina mengadakan putaran pertama perundingan gencatan senjata. Rubel juga mampu mengikis beberapa kerugian dramatisnya di awal pekan, ketika merosot sejauh 30%. Namun, Rusia tetap mendapat tekanan dari sanksi Barat dengan mengeluarkan beberapa bank Rusia dari jaringan SWIFT global.

Analis senior National Australia Bank, Rodrigo Catril, mengatakan: “Berita dari Ukraina masih suram, karena pembicaraan Rusia-Ukraina tidak menghasilkan resolusi. Pertempuran terus berkecamuk saat Barat meningkatkan upaya untuk mengisolasi Rusia.”

Ketidakpastian itu tetap akan menempatkan mata uang Euro dan Pound berada di bawah tekanan. Sedangkan, mata uang safe-haven masih akan mendapatkan dukungan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.