Dolar AS Bertahan Menguat; Rusia-Ukraina Memulai Pembicaraan

Dolar AS masih bertahan menguat di hadapan sejumlah mata uang utama lainnya di sesi New York, Senin (28/2). Sementara itu, berita terbaru menyebutkan bahwa Rusia-Ukraina telah memulai pembicaraan.

Kementerian luar negeri Rusia pada hari ini mengatakan pembicaraan antara Ukraina dan Rusia telah dimulai, tak lama setelah pihak Ukraina mengatakan hal yang sama. Seperti diketahui, tensi geopolitik Eropa Timur makin membara setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2) pekan lalu.

Manuver Rusia tersebut kemudian ditanggapi serius oleh banyak negara dan kemudian mendapatkan sanksi, terutama dari Amerika Serikat (AS).

Eropa menyusul dengan menetapkan sanksi baru terhadap Rusia pada Minggu (27/2). Sanksi itu adalah mendepak Rusia dari keanggotaan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication). Akibat sanksi ini, bank-bank Rusia jadi sulit mengakses pasar keuangan global.

Merespons sanksi Eropa dan sekaligus menambah kegelisahan pasar, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan dan menetapkan pasukan nuklir-nya dalam posisi status siaga tinggi.

Berita-berita tersebut menyebabkan mata uang Rusia, Rubel, jatuh ke level terendah sepanjang masa terhadap Dolar AS. Bank sentral Rusia pada hari ini menaikkan suku bunga utamanya menjadi 20% dari 9,5%, tapi itu tidak banyak mendukung Rubel.

Meski begitu, berita terbaru tentang dimulainya pembicaraan antara delegasi Rusia dengan Ukraina, mampu mengikis pelemahan Rubel. Ini juga termasuk mata uang utama lainnya terhadap Dolar AS.

Mata uang Euro yang sempat anjlok di sesi Asia tadi pagi (WIB), juga berhasil mengikis pelemahannya. Demikian pula dengan Pound Inggris.

Hingga pukul 22:45 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.24 persen di kisaran level 96.77.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.