Rusia Diserang Sanksi Barat; Harga Emas Melejit di Sesi Asia

Harga emas melesat di awal perdagangan sesi Asia hari ini, Senin (28/2), di tengah kekhawatiran konflik Rusia dan Barat yang makin memanas.

Tak cuma harga emas, harga minyak dan sejumlah komoditas lain pun menguat. Negara-negara barat memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, termasuk memblokir beberapa bank dari sistem pembayaran internasional SWIFT.

Hingga pukul 17:14 WIB, harga emas kontrak April 2022 di Commodity Exchange naik 0.90% di kisaran level US$ 1902.50 per ons troi.

Pada Minggu (27/2), Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan menempatkan armada nuklir-nya dalam posisi siaga tinggi. Ia mengambil langkah itu setelah pernyataan agresif para pemimpin NATO dan berbagai sanksi ekonomi Barat terhadap Rusia.

Sementara itu, perang Ukraina-Rusia telah berlangsung selama 4 hari, yang merupakan konflik terbesar di benua Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Untuk menjaga aset, bank sentral Rusia memborong emas setelah stagnan dua tahun terakhir. Dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg, Bank of Russia akan memulai pembelian emas di pasar domestik.

Langkah ini diambil setelah bank sentral dan beberapa bank Rusia lainnya mendapat sanksi atas serangan ke Ukraina. Bank sentral Russia memborong emas dalam enam tahun hingga 2020. Bank ini menaikkan cadangan emas dua kali lipat hingga terakhir pembelian. 

Menurut data IMF, Rusia memiliki lebih dari 2.000 ton emas di akhir Desember. Angka ini sekitar 20% dari cadangan kekayaan bank sentral. Sebagai catatan, Rusia merupakan negara dengan cadangan emas terbesar kelima secara global.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.