Dolar AS Stabil, Investor Terus Pantau Perkembangan Ukraina

Dolar AS saat ini terpantau cukup stabil versus sejumlah mata uang utama lainnya di awal perdagangan sesi New York, Rabu (23/2). Namun, investor masih terus memantau perkembangan terbaru terkait Ukraina.

Hingga pukul 22:39 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah tipis 0.02 persen di kisaran level 96.05.

Ketegangan Rusia-Ukraina terus menjadi perhatian investor setelah Barat telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Seperti diketahui, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk pada Senin malam waktu setempat.

Putin juga dikabarkan mengerahkan pasukannya ke wilayah tersebut untuk “menjaga perdamaian”.

Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan sanksi yang menyasar penjualan utang asing Rusia di luar negeri. Sehingga, Rusia akan terisolasi dari pembiayaan asing. Sanksi ini menargetkan dua bank milik pemerintah Rusia, yakni VEB.RF dan Promsvyazbank.

AS menyebutkan bahwa dua bank tersebut mengendalikan aset senilai US$80 miliar. Kedua bank itu juga diketahui mendukung pembiayaan sektor pertahanan dan pembangunan ekonomi Rusia.

Sementara itu, Jerman menghentikan proyek pipa gas besar dari Rusia.

Sejumlah pengamat mengatakan, meskipun ketegangan Rusia-Ukraina tetap menjadi perhatian utama, reaksi pasar masih moderat sejauh ini karena tindakan Rusia, Eropa dan AS, telah dapat diprediksi untuk sementara waktu.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.