Dolar Masih Lesu Meski Data PMI AS Melebihi Ekspektasi

Dolar AS masih terlihat lesu versus beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York hari ini, Selasa (22/2). Tensi geopolitik Rusia-Ukraina yang kembali memanas serta data PMI AS yang melebihi ekspektasi masih belum mampu mendorong Dolar naik lebih tinggi.

Hingga pukul 23:19 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.17 persen di kisaran level 95.97.

Dolar sempat menguat di sesi Asia menyusul pengumuman yang mengejutkan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia menyatakan mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk pada Senin malam waktu setempat.

Putin juga dikabarkan mengerahkan pasukannya ke wilayah tersebut untuk “menjaga perdamaian”.

Apakah tindakan tersebut merupakan awal dari invasi ke Ukraina tampaknya masih belum jelas, namun Barat telah mulai merespon dengan menyiapkan sanksi.

Sementara itu, Markit melaporkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor manufaktur AS berekspansi melebihi ekspektasi (57.5 vs 55.9) di bulan Februari. Sedangkan, PMI sektor jasa AS berekspansi melebihi perkiraan (56.7 vs 52.9).

Conference Board Inc. juga melaporkan pada hari ini bahwa keyakinan konsumen (Consumer Confidence) AS untuk periode Februari turun dari 113.8 (data bulan sebelumnya) ke level 110.5, meskipun melebihi perkiraan 109.9.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.