Tensi Geopolitik Eropa Timur Memanas Lagi; Dolar Stabil Setelah Data AS

Dolar sempat menguat cukup tajam versus beberapa mata uang utama lainnya di awal perdagangan sesi Asia Kamis (17/2), di tengah kembali meningkatnya tensi Ukraina-Rusia. Tapi kemudian Dolar mundur lagi dan bergerak relatif cukup stabil setelah rilis data AS di sesi New York hari ini.

Hingga pukul 23:31 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah tipis 0.01 persen di kisaran level 95.78.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Unemployment Claims (klaim pengangguran) untuk periode pekan yang berakhir 12 Februari mencatat jumlah klaim sebanyak 248K, melebihi ekspektasi 217K.

Federal Reserve Bank of Philadelphia juga melaporkan hasil survei terbarunya pada hari ini bahwa aktivitas bisnis sektor manufaktur di wilayah Philadelphia turun dari 23.2 ke level 16.0 pada periode Februari. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi 19.9.

Dolar AS sempat menguat cukup tajam di sesi Asia hari ini, setelah adanya berita yang menyebutkan bahwa pasukan pemerintah Ukraina menembaki wilayah pemberontak pro Rusia di bagian timur negara itu. Ini menciptakan ketidakpastian mengenai apakah akan menjadi peristiwa lokal, atau dapat menyulut konflik yang lebih luas.

Pelaku pasar khawatir, Rusia akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai alasan untuk menginvasi Ukraina. Hal ini kemudian mendongkrak harga emas naik tajam di pasar spot karena investor cenderung mencari aman dengan mengejar aset safe-haven Gold.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.