Rusia-Ukraina Makin Memanas, Dolar AS Lanjut Menguat

Dolar AS melanjutkan reli pada hari ini, Senin (14/2), di tengah makin tingginya eskalasi geopolitik antara Rusia dengan Ukraina yang juga melibatkan NATO.

Hingga pukul 23:13 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.34 persen di kisaran level 96.36.

Pada perdagangan Jumat (11/2) pekan lalu, Euro merosot tajam terhadap Dolar AS akibat kekhawatiran atas kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina. Investor cenderung menghindari aset berisiko (risk-aversion) dan mencari aman dengan memburu Dolar AS.

Tidak hanya USD yang didukung risk aversion. Harga emas di pasar spot yang juga aset safe-haven, ikut melonjak ke level tertinggi 3 bulan.

Pemerintah AS mengatakan pada Jumat (11/2), bahwa Rusia akan segera menginvasi Ukraina dan hal itu dapat terjadi kapan saja dalam waktu dekat. Tapi belakangan Rusia membantah tuduhan tersebut.

Ketegangan geopolitik itu adalah kejutan terbaru bagi pasar yang sudah goyah dari rilis data inflasi AS yang tinggi pekan lalu. Meskipun kekhawatiran atas kenaikan suku bunga darurat telah sedikit mereda, beberapa investor memperkirakan dolar akan tetap mendapat dukkungan.

Banyak analis yang berpendapat, USD berpotensi terus menguat. Ketegangan geopolitik Eropa Timur yang meningkat, ditambah dengan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang juga meningkat, berpotensi mendukung hal itu.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.