Rupiah Spot Menguat 16 Poin ke Rp 14.342 per Dolar AS – Kamis (10/2)

Rupiah berlanjut terapresiasi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Kamis (10/2). Sementara itu, pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi harga konsumen AS yang dijadwalkan malam ini (WIB). Data tersebut menjadi katalis penting dan bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 16 poin atau 0.11% ke level Rp 14.342 per dolar AS.

Kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga menguat pada hari ini. Kurs Jisdor BI berada di level Rp 14.344 per dolar AS, menguat 0,11% dibandingkan Rabu (9/2).

Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah ditutup naik 0,20%. Berikutnya, baht Thailand menguat 0,1%. Kemudian, yuan China naik 0,06%.

Di sisi sebaliknya, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah melemah 0,2%. Diikuti, yen Jepang yang turun 0,06%. Selanjutnya, dolar Hong Kong melemah 0,05%. Ringgit Malaysia terkikis 0,02%. Won Korea Selatan melemah 0,01%.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyampaikan hari ini, bahwa kemungkinan akan terjadi surplus kembar pada tahun 2021. Di mana, surplus akan terjadi pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Neraca Transaksi Berjalan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, surplus NPI pada tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dari surplus NPI tahun 2020. Sekedar informasi, pada tahun 2020 silam surplus NPI mencapai US$ 2,6 miliar.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.