Minim Katalis, Dolar AS Masih Bertahan Menguat

Dolar AS masih bertahan menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Senin (4/2). Tapi dengan range yang masih terbatas, karena minimnya katalis atau data ekonomi pada hari ini.

Hingga pukul 21:20 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.11 persen di kisaran level 95.58.

Pada Jumat (4/2) pekan lalu, Indeks Dolar berhasil rebound setelah rilis data tenaga kerja AS.

Seperti diketahui, Non-Farm Payrolls (NFP) di bulan Januari merekrut tenaga kerja (non-pertanian) sebanyak 467K. Angka itu melebihi ekspektasi 110K, tapi lebih rendah dari data bulan sebelumnya (510K).

Sebagian investor menilai, data tenaga kerja AS masih tetap kuat. Ini mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Marc Chandler, analis Bannockburn Global Forex, mengatakan bahwa ia melihat 45% peluang kenaikan suku bunga sebanyak 50 basis poin (bp) di bulan Maret dan hampir 145 bp selama 12 bulan ke depan. Pada akhir tahun lalu, pengetatan sekitar 85 bp telah didiskon.

Faktor lain yang mendukung Dolar AS adalah status safe haven, setelah Gedung Putih memperingatkan pada Minggu (6/2) bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina kapan saja, meski bidang diplomasi terus berlanjut untuk menahan situasi panas yang ada. Bahkan kala Presiden Prancis Emmanuel Macron bertolak menuju ke Moskow untuk menjalin komunikasi dengan Putin.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.