Dolar AS Lanjut Melemah, Pasar Menanti Putusan BoE dan ECB

Dolar AS berlanjut melemah di sesi New York hari ini, Rabu (2/2), di tengah kenaikan pasar ekuitas global. Sementara, para pejabat Federal Reserve menunjukkan sikap yang berhati-hati terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga.

Hingga pukul 23:17 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.20% di kisaran level 96.07.

Adapun pada perdagangan kemarin, Selasa (1/2), Indeks Dolar ditutup melemah 0.39% ke level 96.27.

Automatic Data Processing, Inc. (ADP) melaporkan hari ini bahwa tenaga kerja sektor swasta (non-pertanian) AS mengalami penurunan sebanyak (-)301K pekerjaan di bulan Januari. Angka itu meleset dari perkiraan 185K. Bulan sebelumnya data ini menunjukkan perekrutan tenaga kerja sebanyak 776K.

Sementara itu, investor tengah bersiap menanti putusan kebijakan Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) yang akan digelar besok.

Terkait proyeksi kebijakan moneter ECB, sejumlah analis memperkirakan bahwa bank sentral itu juga akan menaikkan suku bunganya. Apalagi setelah data inflasi Zona Euro menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi.

Eurostat melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) Zona Euro berakselerasi ke angka 5.1% yoy (year-over-year) di bulan Januari dari sebelumnya 5.0% yoy. Kenaikan itu melebihi ekspektasi 4.4% yoy.

Sedangkan, Core CPI ZOna Euro turun dari 2.6% yoy ke angka 2.3% yoy. Akan tetapi melebihi ekspektasi 1.9% yoy.

Analis Mizuho, Neil Jones, mengatakan: “Ada pendapat di kalangan investor dan para analis bahwa ketika bank sentral utama berada di jalur kenaikan suku bunga, mata uang Euro mungkin akan lebih menarik dari yang diperkirakan sebelumnya.”

Seperti diketahui, Bank Sentral Eropa sementara ini masih mempertahankan sikap kebijakan moneter yang longgar. Namun, Jones mengatakan pelemahan dolar bisa datang dari gagasan bahwa perbedaan antara ECB dan Fed mungkin akan menyempit.

“Dari perspektif pasar ada beberapa pemikiran bahwa mungkin ECB akan menaikkan suku bunga. Secara bersamaan, The Fed mungkin tidak akan menaikkan sebanyak lima kali tahun ini,” imbuh Jones.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.