Jelang Putusan The Fed, Indeks Dolar Masih di Bawah Level Tertinggi 2,5 Pekan

Indeks Dolar sejauh ini masih bertahan di bawah level tertinggi 2,5 pekan di sesi New York, Rabu (26/1). Sentimen risiko (risk-sentiment) terlihat stabil beberapa jam rilis menjelang rilis notulen FOMC yang akan digelar Kamis (27/1) pukul 02:00 WIB dini hari.

Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) secara luas diperkirakan menunjukkan kesiapan mereka untuk menaikkan suku bunga mulai Maret.

Hingga pukul 23:20 WIB, Indeks Dolar AS terpantau 0.17 persen di kisaran level 96.13.

Beberapa pekan terakhir pasar bergerak naik turun seperti rollercoaster. Ini karena kombinasi dari hawkish The Fed yang bercampur dengan pertumbuhan yang melambat (dari data-data ekonomi terakhir). Kondisi tersebut membuat investor mencari aman dengan mengkoleksi aset safe-haven Dolar AS.

Sementara itu, Bank of Canada (BoC/bank sentral Kanada) hari ini mengumumkan untuk tetap menjaga tingkat suku bunga (overnight-rate) di level 0.25%, sesuai ekspektasi pasar. Akan tetapi, USD/CAD masih di zona merah sejauh ini, setelah sempat menanjak beberapa saat usai putusan kebijakan BoC.

Terkait putusan bank sentral AS, analis TD Securities mengatakan, sentimen pasar sementara ini tetap rapuh. Dari The Fed, setiap petunjuk yang menyiratkan “lebih cepat” pada kenaikan suku bunga, akan segera menggerakkan pasar. Namun, hal itu kemungkinan tidak defenitif, sehingga menimbulkan tafsir yang beragam.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.