Dolar AS Melemah, Pound Didukung Data Inflasi Inggris

Dolar AS terpantau melemah versus beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Rabu (19/1). Sementara itu, Euro mengekor penguatan Poundsterling terhadap USD menyusul data inflasi Inggris yang dirilis hari ini.

Hingga pukul 23:05 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.17 persen di kisaran level 95.56.

Adapun pada perdagangan Selasa (18/1), Indeks Dolar ditutup menguat 0.50 persen ke posisi 95.72.

Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) berbasis tahunan (year-over-year/yoy) berakselerasi dari 5.1% yoy ke 5.4% yoy pada bulan Desember 2021, melebihi ekspektasi 5.2% yoy. Ini adalah level yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

ONS juga melaporkan, Core CPI melaju dari 4.0% yoy ke 4.2% yoy, melebihi perkiraan 3.9% yoy.

Sementara itu, pelaku pasar sedang menanti pertemuan/rapat para pejabat penentu kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan digelar pekan depan.

The Fed diperkirakan akan memberikan rincian lebih lanjut tentang akhir pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE), yang kemungkinan akan dilakukan pada bulan Maret. Bank sentral AS juga diperkirakan memberi sinyal akan menaikkan suku bunga pada Maret, setelah mengakhiri QE.

Fed Fund Features memprediksi kenaikan suku bunga pada bulan Maret. Kebijakan ini akan disusul dengan 4 kali kenaikan di tahun 2022.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.