Ditopang Yield Obligasi AS, Indeks Dolar Menguat

Greenback berlanjut menguat versus sejumlah mata uang utama lainnya di sesi New York, Selasa (18/1). Naiknya imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) menjadi faktor utama yang menopang USD.

Hingga pukul 22:07 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.37 persen di kisaran level 95.61.

Adapun pada perdagangan Senin (17/1), Indeks Dolar ditutup menguat 0.09 persen ke level 95.25.

Sebagian besar investor saat ini sedang menanti pertemuan/rapat para pejabat Federal Reserve (Fed/bank sentral AS) yang akan digelar pekan depan.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga di bulan Maret, untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi Covid-19. Investor memperkirakan empat kali kenaikan suku bunga di sepanjang 2022.

Sementara itu, data dari Zona Euro pada hari ini menunjukkan bahwa Economic Sentiment di bulan Januari menurut hasil survei ZEW meningkat tajam dari 26.8 ke level 49.4.

ZEW (Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung) juga melaporkan, Economic Sentiment di Jerman juga naik tajam dari 29.9 ke level 51.7.

Sebagai catatan tambahan, responden dari survei ZEW tersebut adalah para analis dan investor dari berbagai institusi/lembaga keuangan di Uni Eropa.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.