Dolar AS Menguat, Volume Perdagangan Terbatas

Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Senin (17/1). Namun, volume perdagangan terlihat terbatas karena liburnya perbankan AS dalam rangka Martin Luther King Day.

Hingga pukul 21:30 WIB, Indeks Dolar AS menguat 0.10 persen di kisaran level 95.26.

Pagi tadi di sesi Asia, People’s Bank of China (PBOC/bank sentral Tiongkok) secara mengejutkan mengambil keputusan pemotongan suku bunga acuan.

Masih dari China, Gross Domestic Bruto (GDP) tahun 2021 dilaporkan tumbuh 8,1%, lebih tinggi dari 2020. Meski terlihat membaik, namun GDP kuartal IV-2021 mencapai 4%, melambat dari kuartal III-2021 yang sebesar 4,9%.

Hal tersebut disebabkan kenaikan kasus virus corona (Covid-19) pada akhir 2021. Lonjakan kasus tersebut menyebabkan sejumlah daerah memberlakukan lockdown. Kebijakan tersebut menekan aktivitas ekonomi khususnya tingkat konsumsi masyarakat.

Obligasi China bergerak naik, sementara yuan jatuh setelah PBoC memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah pertama kalinya sejak April 2020. Obligasi pemerintah tenor sepuluh tahun naik ke level tertinggi sejak Juni 2020 setelah langkah tersebut.

Sementara itu, pergerakan dolar melanjutkan penguatannya Jumat (14/1) bersama dengan imbal hasil AS. Prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) masih cenderung menopang USD.

CEO JP Morgan, Jamie Dimon, mengatakan mengatakan bahwa kemungkinan ada enam atau tujuh kenaikan suku bunga The Fed di tahun 2022. Sementara hedge fund manager, Bill Ackman, men-tweet pekan lalu bahwa ia memperkirakan kenaikan awal sebesar 50 basis poin.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.