Dolar Stabil Setelah Laporan ISM, Pasar Menunggu Data Tenaga Kerja AS

Dolar AS terpantau masih cukup stabil di awal perdagangan sesi New York, Kamis (6/1). Sementara itu, pelaku pasar tengah menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis besok.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan hari ini bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor jasa AS berekspansi di level 62.0 pada bulan Desember 2021. Namun angka tersebut turun jauh dari periode bulan sebelumnya (69.1) dan meleset dari ekspektasi 67.0.

Hingga pukul 22:39 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.05 persen di kisaran level 96.14.

Adapun pada perdagangan Rabu (5/1), Indeks Dolar sempat terkoreksi tajam. Namun kemudian berhasil mengikis pelemahannya usai notulen FOMC yang dipublikasi dini hari tadi (WIB).

Dalam notulen tersebut, The Fed menilai pasar tenaga kerja AS yang “sangat ketat” dapat membenarkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan guna mengendalikan inflasi yang tinggi.

Mengutip CME FedWatch, kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada Maret 2022 mencapai 64,1%.

Analis TD Securities, mengatakan: “Dengan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Maret 2022, USD masih mempertahankan ketangguhannya. Ini menyebabkan USD/JPY melaju (menyentuh level 116.00).”

Sementara itu. analis RBC, George Davis berkomentar: “Dinamika tren dan momentum saat ini masih terus mendukung dolar. Akan tetapi, harga (Indeks Dolar) harus mampu menembus level tertinggi kuartal IV tahun 2021 untuk menegaskan kembali tren bullish dalam banyak kasus,” ujarnya, merujuk pada mata uang Euro dan Pound.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.