Laporan ADP Memuaskan, Tapi Dolar AS Tetap Tertekan

Dolar AS makin tertekan di perdagangan sesi New York hari ini, Rabu (5/1), meskipun laporan ADP menunjukkan angka yang memuaskan.

Hingga pukul 22:22 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.39 persen di kisaran level 95.90.

Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan bahwa perekrutan tenaga kerja swasta AS (di luar industri pertanian) menunjukkan angka sebanyak 807K di bulan November 2021. Angka tersebut jauh di atas ekspektasi 405K, setelah bulan sebelumnya mencatat 505K tenaga kerja.

Meski saat ini melemah, sebagian analis mengatakan bahwa pelemahan USD hanya bersifat koreksi saja. Secara keseluruhan, Dolar AS berisiko menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Ini karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertengahan tahun ini.

Fed Funds berjangka menunjukkan bahwa investor memperkirakan kenaikan suku bunga pada Mei 2022. Analis Standard Chartered memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Maret dan Juni yang disusul kenaikan berikutnya pada bulan September.

Sementara itu, pimpinan Spectra Markets, Brent Donnelly, mengatakan kepada Reuters: “Meskipun USD/JPY naik secara eksplosif, saat ini kami masih tidak yakin tentang gagasan USD yang lebih kuat,”

“Pergerakan suku bunga tentu menarik perhatian semua orang. Tetapi sulit untuk mengetahui berapa banyak yang harus dibaca di awal tahun ini. Pertanyaan besarnya masih tetap sama: Bisakah The Fed menaikkan (suku bunga) lebih dari beberapa kali tanpa merusak segalanya?” Donnelly menambahkan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.