Sempat Menguat di Sesi Asia, Indeks Dolar Berbalik Melemah

Sempat menguat di sesi Asia hari ini, Jumat (31/12), Dolar AS berbalik arah dan melemah hingga awal perdagangan sesi New York. Pelemahan Dolar AS terlihat cukup tajam jika mengingat rendahnya volume perdagangan menjelang pergantian tahun.

Hingga pukul 23:00 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.37 persen di kisaran level 95.65.

Adapun pada perdagangan Kamis (30/12), Indeks Dolar ditutup menguat 0.12 persen ke level 96.00.

Sementara itu, perbankan Jepang ditutup pada hari ini. Begitu pula di Jerman. Sehingga, volume perdagangan cenderung tipis pada hari terakhir 2021 untuk beberapa pasar mata uang yang masih buka.

Data AS yang dirilis Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan turun menjadi 198.000 klaim untuk pekan lalu. Sehingga, pasar tenaga kerja AS tampaknya tidak terpengaruh oleh penyebaran Covid-19 varian Omicron. Data AS lainnya menunjukkan bahwa PMI Chicago lebih tinggi dari ekspektasi 63,1 untuk bulan Desember.

Covid-19 tampaknya akan terus menjadi faktor kunci bagi investor, karena jumlah kasus lobal yang terus melonjak. Jumlahnya mencapai 286 juta per 31 Desember, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Namun, sejumlah analis tidak terlalu merisaukan dampak dari varian tersebut.

Analis ForexLive, Adam Button, mengatakan kepada CNBC: “Pasar mulai jenuh dengan risiko yang berasal dari Omicron saat ini, dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan rantai pasokan.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.