Volume Perdagangan Menipis, Indeks Dolar Menguat

Dolar AS terpantau menguat versus beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York hari ini, Kamis (30/12). Namun pergerakannya masih dengan range yang terbatas, seiring menipisnya volume perdagangan jelang Tahun Baru 2022.

Hingga pukul 23:18 WIB, Indeks Dolar AS menguat 0.16 persen di kisaran level 96.03.

Sementara itu, sebagian investor tetap optimis meski dengan kehati-hatian dalam mencermati konsekuensi ekonomi dari lonjakan kasus virus corona varian Omicron.

Data Reuters menunjukkan infeksi global Covid-19 mencapai rekor tertinggi selama tujuh hari terakhir. Akan tetapi, data tersebut juga menunjukkan bahwa virus itu berubah menjadi lebih ringan dibandingkan gelombang sebelumnya.

Sehingga, banyak negara yang menolak memberlakukan lockdown baru yang lebih luas. Ini menyebabkan risk appetite meningkat yang membatasi penguatan Dolar AS.

Analis Oanda Asia Pasific, Jeffrey Halley, mengatakan kepada Reuters: “Dolar AS melemah pada Rabu (29/12) setelah pasar melihat angka rawat inap yang rendah terkait Omicron. Ini mendorong investor keluar dari posisi defensif dan kembali ke narasi pemulihan global.”

Namun, sebagian analis juga memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca pergerakan (harga) karena volume perdagangan yang menipis menjelang akhir 2021.

“Pada saat-saat seperti ini, kami lebih memperhatikan faktor teknikal saja karena trader jangka pendek sedang mencoba mencari keuntungan di akhir tahun,” ujar Brad Bechtel, analia FX global di Jefferies.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.