Indeks Dolar Bertahan Menguat, Pasar Menunggu Data Inflasi AS

Dolar AS masih bertahan menguat versus beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Kamis (9/12). Ini setelah beberapa wilayah mengumumkan pembatasan ketat untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, pasar sedang menunggu data inflasi harga konsumen (Consumer Price Index) AS yang akan dirilis besok.

Hingga pukul 22:19 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.30 persen di kisaran level 92.45.

Adapun pada perdagangan Rabu (8/12), Indeks Dolar ditutup melemah 0.35 persen ke posisi 95.96.

Salah satu faktor yang membebani dolar kemarin adalah turunnya imbal hasil Treasury AS dan meredanya kekhawatiran pasar terkait Omicron, varian baru Covid-19.

Analis HSBC, Paul Mackel, mengatakan kepada Reuters: “Pasar mata uang masih mewaspadai Omicron dan kita akan terjebak dengan ini untuk sementara waktu. Akibatnya, pergerakan intraday menjadi cukup fluktuatif.”

Mackel mengambil contoh Pound yang jatuh ke level terendah satu tahun pada Rabu. Ini setelah PM Inggris Boris Johnson mengumumkan pembatasan yang lebih ketat di Inggris. Termasuk bekerja dari rumah. Mengenakan masker di tempat umum, dan menggunakan izin masuk dengan bukti/kartu vaksin.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.