Indeks Dolar Masih Menguat Usai Data Tenaga Kerja dan PMI AS

Dolar AS masih bertahan menguat setelah rilis data tenaga kerja dan PMI di sesi New York, Jumat (3/12). Akan tetapi penguatannya masih terbatas sejauh ini.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa NFP (Non-Farm Payroll) mencatat perekrutan tenaga kerja sebanyak 210K di bulan November. Angka itu jauh di bawah ekspektasi 553K dan lebih kecil dari bulan sebelumnya (546K).

Pendapatan/upah per jam (Average Hourly Earnings) di bulan November turun jadi 4.2 persen. Meleset dari perkiraan 4.5 persen. Sementara, tingkat pengangguran (Unemployment Rate) mencetak rekor baru di sepanjang 2021 dengan angka 4.2 persen, di bawah perkiraan 4.5 persen.

Institute for Supply Management (ISM) juga melaporkan hasil survei terbaru pada hari ini, bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor jasa di bulan November berekspansi dengan pertumbuhan di level 69.1 persen. Angka itu melebihi ekspektasi 64.9 dan naik dari data bulan sebelumnya (66.7).

Hingga pukul 23:20 WIB pada Jumat (3/12), Indeks Dolar AS terpantau naik 0.15 persen di kisaran level 96.28.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.