Rupiah Spot Melemah 22 Poin ke Level Rp 14.419,5 per Dolar AS – Jumat (3/12)

Rupiah kembali tersungkur di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (3/12). Dengan demikian, mata uang Garuda telah melemah selama 4 hari beruntun.

Sejumlah pengamat mengatakan, rupiah spot berisiko melemah hingga ke level Rp 14.500 per dolar AS pada pekan depan. Faktor utama datang dari luar negeri, yakni varian baru Covid-19, Omicron. Kondisi ini diperberat dengan rencana The Fed untuk mempercepat tapering.

Sampai saat ini, pasar global masih dihantui kabar bahwa Omicron bisa lebih menular daripada varian sebelumnya. Investor mengkhawatirkan kembalinya pembatasan terhadap perjalanan dan mobilitas yang dapat berdampak pada pemulihan ekonomi.

AS melaporkan kasus varian pertamanya pada hari Rabu (1/12). Australia, Inggris, Kanada, dan Jepang juga melaporkan kasus meskipun perbatasan diperketat.

Sementara itu, jumlah kasus Omicron di Afrika Selatan, tempat ditemukannya varian ini empat pekan lalu, meningkat dua kali lipat dari Selasa hingga Rabu pekan ini, dilansir Reuters, Jumat (3/12).

Rencana Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) juga membebani rupiah. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kembali pendiriannya bahwa bank sentral akan mempertimbangkan untuk mempercepat tapering pada pertemuan tanggal 14 hingga 15 Desember.

Powell disinyalir bisa menaikkan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan. Ia dan beberapa pejabat The Fed pada Kamis lalu mengindikasi sikap hawkish dengan mengatakan bahwa sudah waktunya untuk “mulai menyusun rencana” menaikkan suku bunga guna menahan laju inflasi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terdepresiasi 0.15 persen atau melemah 22 poin ke level Rp 14.419,5 per dolar AS.

Kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga melemah pada hari ini. Kurs Jisdor BI berada di level Rp 14.408 per dolar AS, melemah 0,20% dibandingkan sehari sebelumnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.