IHSG Anjlok 137,79 Poin, Investor Asing Jual Saham BBCA, BUKA, BBRI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada hari ini, setelah mencetak kenaikan dua hari beruntun sebelumnya. Ini karena dipicu kekhawatiran terhadap varian baru Covid-19 yakni B.1.1.529. Varian baru itu dianggap lebih ganas ketimbang varian Delta.

Dari dalam negeri, Pemerintah Indonesia berencana menerapkan PPKM level 3 secara nasional pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2021. Ini sebagai bentuk antisipasi potensi kenaikan kasus baru Covid-19 di Tanah Air.

IHSG lengser 137,79 poin atau 2,06% ke level 6.561,33 pada akhir perdagangan Jumat (25/11). Sepanjang hari ini indeks bergerak di rentang 6544,89 – 6691,71. Dalam sepekan, IHSG tercatat merosot 2,36%.

Saham dengan penjualan bersih terbesar asing pada hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 332,4 miliar. Berikutnya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 109,5 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 108,5 miliar.

Saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang mencapai Rp 681,5 miliar. Disusul, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 32,8 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 25,8 miliar.

Sementara itu, bursa saham Asia berjatuhan pada akhir pekan ini karena investor khawatir dengan munculnya varian baru dari virus corona.

Tercatat, indeks Hang Seng ditutup merosot tajam 2,67% ke level 24.080,52. Nikkei Jepang anjlok 2,53% ke 28.751,619. Straits Times Singapura turun 1,72% ke 3.166,27.

Berikutnya, KOSPI Korea Selatan tergelincir 1,47% ke 2.936,44 dan Shanghai Composite China melemah 0,56% ke 3.564,09.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.