Dolar AS Stabil, Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Meski terlihat sedikit melemah, Dolar Amerika Serikat (AS) masih bertahan cukup stabil versus beberapa mata uang utama lainnya sejauh ini.

Hingga pukul 21:52 WIB pada hari ini, Rabu (17/11), Indeks Dolar AS terpantau turun 0.08% di kisaran level 95.85.

Adapun pada perdagangan Selasa (16/11), Indeks Dolar ditutup menguat 0.41% ke posisi 95.92.

Penguatan Indeks Dolar pada Selasa didukung oleh rilis data penjualan ritel periode Oktober yang naik melebihi ekspektasi. Seperti diketahui, Retail Sales AS naik 1.7% mom (month-over-month), melebihi ekspektasi 1.3% mom. Sedangkan, Core Retail Sales naik 1.7% mom, jauh di atas ekspektasi 1.0% mom.

Jeremy Thomson-Cook, kepala ekonom spesialis pembayaran bisnis internasional Equals Money, mengatakan: “Angka penjualan ritel yang kuat kemarin melakukan persis apa yang dimaksudkan untuk dilakukan dan dolar AS memecagkan rekor ke kenaikan baru terhadap sejumlah mata uang dalam keyakinan berkelanjutan bahwa kurva ekspektasi suku bunga akan bergerak mendukung suku bunga yang lebih tinggi lebih cepat.”

Pasar mata uang sekarang memperkirakan kemungkinan besar kenaikan suku bunga The Fed terjadi di bulan Juni 2022. Diikuti oleh kenaikan lain di bulan November 2022. Data CME menunjukkan probabilitas 50% kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli 2022.

“Pasar berasumsi bahwa suku bunga utama akan dinaikkan pada paruh kedua tahun depan,” ujar Antje Praefcke, analis Commerzbank. “(Sehingga) dalam jangka pendek, (strategi perdagangan) dolar tetap masih mencari posisi beli saat turun (buy on dips).”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.