Indeks Dolar Menguat Terbatas, Pasar Menunggu FOMC

Dolar AS bergerak menguat secara terbatas sejauh ini. Sementara, Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) bersiap hari Selasa (2/11) untuk memulai rapat/pertemuan dua hari. Pertemuan itu untuk menentukan arah kebijakan moneter bank sentral.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan dimulainya pengurangan pembelian aset besar-besaran yang dilakukan sejak awal pandemi COVID-19.

Hingga pukul 22:35 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.15% di kisaran level 94.01.

Adapun pada perdagangan Senin (1/11), Indeks Dolar ditutup melemah 0.27% ke level 93.88.

Reserve Bank of Australia (RBA) telah mengumumkan kebijakan moneternya pada hari ini. RBA cenderung bergeser ke sisi hawkish setelah secara resmi mengakhiri kontrol kurva imbal hasil (yield) dan menyesuaikan panduan ke depan pada kenaikan suku bunga pertama.

RBA tetap optimis atas prospek ekonomi dan tidak terlalu mengkhawatirkan inflasi. Namun, Aussie merosot tajam terhadap Dolar AS setelah Gubernur RBA, Philip Lowe, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga pada 2022 adalah sangat tidak mungkin.

Fokus investor kini beralih ke pengumuman kebijakan The Fed dan BoE yang dijadwalkan Kamis (4/11).

Senior Analis Pasar Oanda, Edward Moya, mengatakan: “Tema inflasi yang berisiko tidak terkendali dan akan memaksa bank sentral untuk bertindak, saat ini tengah berlangsung.”

“The Fed memang berpotensi melakukan pekerjaan yang lebih baik ketimbang ECB dalam hal mendorong kembali ekspektasi kenaikan suku bunga. Saya justru akan mengantisipasi, meski ada kemungkinan bergerak secara spontan untuk naik lebih tinggi didorong imbal hasil (yield), dolar AS turun lebih rendah.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.