Minim Katalis, Dolar AS Rebound

Sempat melanjutkan pelemahan di awal perdagangan sesi Asia, Senin (25/10). Dolar AS kemudian berbalik menguat terhadap beberapa mata uang utama lainn di sesi Eropa dan New York.

Di tengah minimnya data ekonomi/fundamental pada hari ini, USD ditopang oleh naik imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) yang bertahan di dekat level tertingginya.

Hingga pukul 21:16 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.20% di kisaran level 93.80.

Adapun pada perdagangan Jumat (22/10), Indeks Dolar berakhir melemah 0.16% ke level 93.61.

USD melemah pada Jumat, terutama terhadap yen, setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bahwa pengurangan aset harusnya segera dimulai. Namun, ia mengatakan bahwa belum saatnya menaikkan suku bunga.

Pernyataan Powell muncul setelah investor memperkirakan kenaikan suku bunga Fed mulai paruh kedua tahun 2022. Tapi hasil dari pernyataan tersebut membuat investor mulai memangkas posisi buy USD sebagai antisipasi bahwa bank sentral lain akan bergerak lebih cepat.

Namun beberapa analis berpendapat lain. Kim Mundy, analis dari Commonwealth Bank of Australia mengatakan kepada Reuters: “Risiko dolar tetap condong ke atas. Anggota The Fed perlahan mengakui bahwa risiko inflasi cenderung ke atas. Hasilnya adalah siklus kenaikan suku bunga Fed Funds yang lebih agresif. Ini akan dapat mendukung dolar.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.